Penyebab keterbelakangan Negara Indonesia

Sabtu, 16 April 2011

Hallooo semua'y , di sini saya akan berbagi informasi-informasi pada kalian semua. yaaa meskipun awal mula aku bikin blog ini hanya untuk kesenanganku saja, tapi lambat laun aku berfikir lebih baik aku memberikan informasi-informas pada kalian semua. Di sini saya akan memberikan informasi tentang penyebab keterbelakangan negara kita atau negara Indonesia.

Aku baru menemukan beberapa penyebab Indonesia menjadi negara yang terbelakang atau menjadi negara yang berkembang. Ok to the point aja. Penyebab keterbelakangan negara Indonesia yaitu:
  1. Pemerintahan negara Indonesia yang lebih mementingkan nilai dari pada kualitas otak anak , buktinya: setiap tahun nilai UN atau Ujian Nasional selalu meningkat, dan anak harus lulus sekolah sesuai nilai yang di tetapkan oleh pemerintah.
  2. Pemerintah yang selalu menyalahgunakan uang negara, sehingga uang negara di pakai untuk kepentingan sendiri, dan bukan di gunakan untuk negara
  3. Kurangnya semangat belajar pada anak, agar anak semangat belajar harus ada motivasi baik dari guru, teman, keluarga, atau pun media massa
  4. Kurangnya kreatifitas pada diri masyarakat, sehingga Sumber Daya Alam atau SDA yang berada di negara kita digunakan oleh negara lain
  5. Kurangnya tingkat kreatifitas Sumber Daya Manusia atau SDM, sehingga masyarakat Indonesia hanya bisa bekerja di pihak warga negara asing. Padahal jika masyarakat Indonesia mampu berkreatifitas, maka masyarakat mampu membuka lapangan pekerjaan sendiri
  6. Kurangnya lapangan pekerjaan yang disediakan oleh pemerintah. Sebenarnya pemerintah mengetahui bahwa rakyat Indonesia itu tidak sedikit melainkan sangat banyak, namun lapangan pekerjaan yang disediakan oleh pemerintah tidak seimbang dengan masyarakat yang berada di negara Indonesia
Teman, maaf jika hanya segini informasi yang bisa saya sampaikan. Jika kalian ingin menambahkan, kalian bisa menambahkan melalui komentar yang ada di bawah. Terima kasih karena kalian sudah mau membaca postingan ini.

1 komentar:

gak tau mengatakan...

boleh juga

Posting Komentar