Sahabat

Senin, 26 Juli 2010

Sahabat itu seperti atmosfer
Selalu melindungi bumi dari matahari
Selalu melindungi semua makhluk di dalam bumi

Sahabat itu seperti matahari
Selalu menyinari bumi tanpa henti
Selalu memberikan kehangatan

Sahabat itu seperti anggota tubuh kita
Apabila salah satu anggota tubuh sakit
Maka anggota tubuh yang lain pun ikut merasakannya

Itulah sahabat...
Sahabat yang selalu mengerti keadaan kita
Baik keadaan suka maupun keadaan duka

Mau Tapi Malu

Sabtu, 24 Juli 2010

Alex!!!Alex!!Alex!
Hanya kata-kata itu yang mengisi setiap sel di kepala Dita selama hampir 1 jam pelajaran Biologi ini. Dita adalah salah satu siswa SMA x , yang masih duduk di bangku kelas 1. Sedangkan Alex,, cowok yang sangat dikaguminya sudah duduk di bangku kelas 3 SMA, itu menandakan waktu dia di sekolah yang selalu disebut-sebut sebagai terfavorit itu sudah tidak lama lagi.
Pertama kalinya Dita melihat Alex adalah saat dimana Alex sedang memainkan jemari-jemari tangannya ke atas tuts-tuts piano di salah satu ruangan di sekolah itu, yaitu ruang musik. Setelah itu Dita pun mulai mengagumi sosok cowok yang pada saat itu, Dita belum ketahui namanya. Sampai pada akhirnya dia mengetahui namanya, melalui narasumber yang menurutnya sangat bisa dipercaya untuk diajak curhat, dia adalah Citra sahabatnya sendiri.
Semenjak itu selama berbulan-bulan, seperti sudah dijadwalkan oleh Dita, seusai pulang sekolah ia wajibkan untuk melewati ruang musik dan tentunya, mencuri-curi kesempatan untuk mengintip dan melihat wajah Alex yang sangat manis itu atau hanya sekedar melihatnya sekilas. Alex pasti akan selalu ada disitu pada waktu yang sama setiap harinya sambil memainkan beberapa lagu, baik lagu-lagu pop maupun klasik. Ternyata selera musik mereka berdua sama, hal itu bisa dilihat karena kebanyakan lagu pop yang alex mainkan adalah lagu yang juga menjadi favorit Dita.
Terkadang Alex juga suka bernyanyi terbawa oleh irama lagu yang ia mainkan, suara Alex sangat lah merdu, bahkan lebih merdu dari suara penyanyi kelas Internasional dan menurut Dita itu adalah suara terindah yang pernah diterima oleh telinga. Alex dikenal sebagai anak yang sedikit pendiam, kalem dan pintar. Tapi secara fisik dia itu bisa dibilang anak yang cukup tampan, badannya juga tegap, dan terlihat gagah disaat berjalan, karena kabarnya sewaktu Alex kelas 2, pernah mewakili provinsinya sebagai 'Paskibraka' di Istana Merdeka. Tak heran jika selain Dita, banyak cewek yang juga mengagumi Alex, baik itu teman kelasnya sendiri maupun kakak kelasnya. Pernah juga ada teman sekelas Dita yang menangis tersedu-sedu di kelasnya hanya karena surat cintanya ditolak mentah-mentah oleh Alex, dan Dita tak mau hal itu terjadi padanya "ditolak mentah-mentah" dan belum pernah ada satupun cewek yang digubris Alex. Cowok itu sangat suka menyendiri atau bisa dibilang itu adalah hobinya dan sahabat satu-satunya yang selalu setia menemaninya adalah musik. Semua perilaku Alex yang aneh itu semakin membuatnya terkesan misterius.
"Dit, dit," Citra menyadarkan dita dari lamunannya."Hm... pasti lagi mikirin Alex nih," sindir Citra sebagai satu-satunya teman yang Dita beri tahu soal hal itu. "Enggak kok, enggak, aku cuma..."." Cuma lagi ngebayangin Alex kan!!" potong Citra. "Nggak usah bohong deh Dit aku tau kok kalau kamu lagi mikirin dia. Tapi apa kamu nggak sadar kalau dia itu udah kelas 3 SMA dan beberapa bulan lagi dia itu bakalan get out dari sekolah ini. Apa kamu udah siap patah hati??. Trus denger-denger nih, ada yang bilang kalau dia itu mau melanjutkan sekolahnya ke Amerika," ucap Citra panjang lebar.
Serasa disambar petir saat Dita mendengar kata 'Amerika'. Dita tidak bisa membayangkan seberapa jauhnya Amerika dengan Indonesia, yang pasti sangat jauh. Dan itu tandanya Dita akan sangat jarang melihat mukanya yang manis itu atau bahkan tidak akan pernah sama sekali. Dia tidak akan pernah bisa mendengarkan alunan musik merdu yang mengalun dari pianonya lagi. Atau memandangi pembawanya yang pendiam dan kalem itu, kenal saja tidak. Secara spontan syaraf otak Dita memerintahkan Dita untuk berkata "APA!!!!". Sontak seisi kelas kaget akan teriakan spontan dari Dita. Begitu pula dengan bu Z (kita sebut saja begitu). Bu Z yang terkenal sangat killer itu memukulkan penggarisnya beberapa kali ke papan tulis dengan kerasnya dan menatap tajam ke arah Dita. Dita pun menundukkan kepalanya sangat dalam. Lalu pasti bisa ditebak apa yang terjadi!!
Bel pulang sekolah telah dibunyikan dan ini adalah saat dimana Alex pasti sedang berada di ruang musik sambil memainkan pianonya. Dan Dita tak ingin menghilangkan kesempatan emas itu. Walaupun kakinya sangat capek dan pegal karena hukuman yang dia terima dari bu Z , sama sekali tidak menyurutkan semangatnya Ia pun berjalan menuju ruang musik, dan mengintip dari pintu. Tapi sang pujaan hatinya belum tampak batang hidungnya. Ia pun bersembunyi di suatu tempat yang letaknya tidak begitu jauh dari ruangan itu. Matanya tak pernah lepas memandangi setiap gerak-gerik orang yang melewati sekitar tempat itu, siapa tahu salah satu dari orang itu adalah Alex. Benar, dia pun muncul beberapa menit kemudian. Dan saat Dita sudah bersembunyi di balik pintu ruang musik untuk mengintipnya, Alex sudah dalam posisi duduk di dan bersiap untuk memainkan piano. Sepertinya hanya Dita satu-satunya cewek yang berpredikat "penggemarnya" yang mengetahui dimana tempat tongkrongan Alex seusai pulang sekolah. Jadi Dita tidak akan merasa terganggu setiap sedang melakukan ritualnya. Dita pun mendengarkan musik yang dimainkan oleh Alex dengan seksama dan ia mulai membayangkan jika seandainya saja ia berani mengungkapkan perasaanya, kepada kakak kelasnya itu, pasti Dita tidak perlu melakukan hal-hal seperti ini. Bersembunyi di balik pintu dan memasang telinga secara baik-baik untuk mendengarkan musik yang Alex mainkan secara diam-diam.5 menit kemudian lagu yang dimainkannya sudah berganti. Dan lagu yang ia mainkan sekarang adalah lagu berirama slow yang juga menjadi lagu favorit Dita. Dan lama kelamaan tanpa Dita sadari, dia juga ikut bernyanyi mengikuti irama musik, selama beberapa detik dan sepertinya Dita sudah melakukan kesalahan terbesarnya.Suara yang Dita keluarkan cukup keras dan hal itu menyebabkan hal yang lebih buruk lagi terjadi, yaitu adalah ALEX MENDENGARNYA!!. Alex menoleh ke arah pintu dan memberhentikan permainan pianonya. Alex memperhatikan pintu ruangan itu selama beberapa menit. Spontan Dita langsung menutup mulutnya rapat-rapat dan bersembunyi. Setelah beberapa detik, musik kembali teralun dari pianonya dengan lagu yang sama.Karena takut kedoknya akan ketahuan Dita memilih untuk mengambil langkah seribu, menuju keluar gerbang sekolah, dan memberhentikan bis yang sering ia pakai untuk pulang sekolah, lalu pulang dan sampai ke rumahnya. Memang sepertinya Dita masih terlalu malu untuk mengungkapkan perasaanya langsung kepada Alex.Dan hanya ada tiga pilihan untuk Dita yaitu 1.mengucapkan perasaannya langsung kepada Alex dan merasa lega (tapi Dita sangat malu jika harus melakukan hal itu), 2. tetap melakukan kegiatan rutinnya setelah pulang sekolah , tapi Dita yakin cepat atau lambat, pasti Alex akan mengetahui kedoknya dan jika tetap melakukan rencana kedua ini pasti dia akan selalu mengigat Alex dan tidak akan pernah bisa melupakan Alex jika suatu saat nanti dia lulus. Apalagi setelah Citra berkata "Amerika".Pilihan yang tersisa baginya hanya rencana ketiga, yaitu memilih untuk melupakan Alex selamanya dan tak pernah memikirkannya lagi. Sepertinya pilihan ketiga-lah yang paling tepat untuk Dita.Semenjak hari itu, Dita mulai berusaha untuk berhenti memikirkan cowok yang sangat dikaguminya itu. Sekarang Alex telah dianggap masa lalu baginya, tapi dalam hati kecil Dita masih menyimpan secercah harapan akan adanya mukjizat. Hari-hari dilaluinya tanpa bayang-bayang Alex, tidak ada lagi jadwal dimana dia mewajibkan dirinya untuk mengintip dari balik pintu ruang musik dan memandangi Alex yang sedang memainkan piano, tidak ada lagi pikiran akan Alex di kepalanya. Dan hal itu membuat harinya menjadi hari-hari yang sangat biasa dan sepi dibandingkan sebelumnya.
1 bulan...
2 bulan...
3 bulan...
4 bulan...
Hari ini Dita baru saja menerima raport kenaikan kelasnya di sekolah dan dia dinyatakan naik ke kelas 2 dengan peringkat yang cukup memuaskan baginya. Begitu juga dengan Alex, dia sudah dinyatakan lulus sebagai lulusan terbaik dari SMA favorit itu dan sepertinya dia memang akan meneruskan sekolahnya ke Amerika. Dan malam ini akan diselenggarakan promnite di salah satu hotel berbintang lima untuk ajang anak kelas 3 dalam merayakan kelulusannya.Dita berjalan lesu ke arah ruang musik. Karena dia tidak bisa mengucapkan kalimat perpisahan kepada Alex, Dita pun memilih untuk mendatangi ruang musik yang telah menjadi saksi bisu saat Dita melihat Alex untuk pertama kali, hanya untuk sekedar mengenang saat-saat dimana dia pertama kali melihat Alex.Tapi tanpa Dita sangka ada seorang cowok yang sangat dia kenal, sedang duduk sambil memainkan pianonya sendirian di dalam ruang musik dan sosok itu tak lain adalah Alex.Ternyata Alex sedang melatih kelihaian jemari-jemari tangannya dalam memainkan piano untuk pentas nanti malam di acara promnite. Dita lumayan terkejut saat melihat keberadaan Alex di ruangan itu. Kali ini lagu yang dia mainkan sama sekali belum pernah Dita dengar sebelumnya. Dita pun mundur beberapa langkah menuju ke luar ruangan itu. Alex menengok ke arah Dita dan memberhentikan permainan pianonya. Dita langsung mempercepat langkahnya menuju ke luar ruangan itu."Tunggu!!" ada sebuah suara yang mencegah Dita untuk pergi. Dita menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya. Suara itu adalah suara yang sangat ia hafal, itu adalah suara Alex."Kenapa beberapa bulan ini kamu nggak pernah kesini lagi?" tanya Alex. Wow ini adalah pertama kalinya Alex mengajak Dita ngobrol ."Maksud kamu?" tanya Dita pelan. "Kamu nggak usah bohong deh dari dulu kamu selalu ngeliatin aku, waktu aku lagi main piano kan?, tapi semenjak aku pergokin kamu, kamu nggak pernah datang kesini lagi!" ujarnya. Perkataan itu membuat bingung Dita setengah mati. "Jadi sebenarnya kamu tau kalau aku sering ngeliatin kamu waktu kamu lagi main piano?" tanya Dita dengan pipi memerah. Alex berkata lagi,"Sebenarnya aku mau ngaku kalau aku....., aku...., aku ...., ku.....mau ke Amerika!!". Dita hanya bisa melongo,"maksudnya?"."Bukan, bukan sebenarnya waktu pertama kali aku ngeliat kamu, aku udah............. suka kamu, dan sebenarnya aku tau setiap kali kamu lagi ngeliatin aku dari balik pintu. Tapi aku memilih untuk diam dan nggak berkata apa-apa karena aku nggak punya keberanian apa-apa untuk ngajak ngobrol kamu."Dita tidak bisa berkata apa-apa, ia pun jadi salah tingkah. Senang, dan kaget, dua rasa itu bercampur menjadi satu di pikirannya."Sebentar lagi aku mau ke Amrik, dan aku harap kamu mau nerima ini," ucap Alex sambil memberi Dita sebuah kertas. "Itu lagu ciptaanku buat kamu, dan aku harap kamu mau nerima itu," ucap Alex yang mukannya mulai memerah semerah tomat."Dan aku harap kamu mau mengenal aku lebih jauh, mulai sekarang. Dan siapa namamu?". "Dita," jawabnya singkat. "Alex," ucapnya memperkenalkan diri, lalu membalikkan badannya dan masuk kembali ke ruang musik. Dita hanya bisa diam dan berdiri kaku menghadapi tingkah laku Alex yang aneh. Sebenarnya di dalam hati Dita terdapat kesenangan yang sangat meluap-luap, karena ternyata cintanya tak bertepuk sebelah tangan, tapi dia hanya bisa mengekspresikannya dengan tersenyum. Lalu Dita teringat akan kertas pemberian alex itu, dia pun mengamati kertas itu secara detail. Dita juga masih tidak percaya bahwa Alex membuatkan lagu khusus hanya untuknya. Di kertas itu tertulis liriknya, lengkap dengan not angka dan not balok. Dan... saat Dita membalik kertasnya, disitu tertulis "No Alex:08122800xxx".


sumber : www.cerpen.net

DJ Sammy - Heaven

Jumat, 23 Juli 2010

Baby you're all that I want.
When you're lying here in my arms
I'm finding it hard to believe
We're in heaven.

Oh, thinking about all our younger years,
There was only you and me,
We were young and wild and free.
Now nothing can take you away from me.
We’ve been down that road before,
But that's over now.
You keep me coming back for more.

Baby you're all that I want.
When you're lying here in my arms
I'm finding it hard to believe
We're in heaven.


And love is all that I need
And I found it there in your heart.
It isn't too hard to see
We're in heaven.

Now, nothing could change what you mean to me.
There's a lot that I could say
But just hold me now,
Cause our love will light the way.

Baby you're all that I want.
When you're lying here in my arms
I'm finding it hard to believe
We're in heaven.

And love is all that I need
And I found it there in your heart.
It isn't too hard to see
We're in heaven.

Now our dreams are coming true.
Through the good times and the bad
I'll be standing there by you.

(We’re in heaven.)

And love is all that I need
And I found it there in your heart.
It isn't too hard to see
We're in heaven.

Arashi - One Love

Tsutae takute tsutawara nakute
Toki ni wa sunao ni nare zu ni
Naita kisetsu wo koeta bokura wa
Ima totemo kagayaiteru yo

Sore zore egaku shiawase no katachi wa
Kasanari ima ohkina ai ni naru
Zutto futari de ikite yukou

Hyaku nen saki mo ai wo chikau yo
Kimi wa boku no subete sa
Shinjiteiru tada shinjiteru
Onaji toki wo kizamu hito e

Donna kimi mo donna boku de mo
Hitotsu hitotsu ga itoshii
Kimi ga ireba nani mo iranai
Kitto shiawase ni suru kara

Ame no naka de kimi wo matte ta
Yasashisa no imisae shirazu
Surechigai ni kizutsuita yoru
Sore demo koko made kitanda

Kakegae no nai deai wa
Kiseki wo tsunaideku
Omoi de kasanariau
Hajimari no uta nari hibi ite

Donna toki mo sasaetekureta
Warai naita nakama e
Kokoro wo komete tada hitotsu dake
Okuru kotoba wa [arigatou]

Hyaku nen saki no ai wo chikau yo
Kimi wa boku no subete sa
Aishiteiru tada aishiteru
Onaji asu yakusoku shiyou

Sekai juu ni tada hitori dake
Boku wa kimi wo eranda
Kimi to ireba donna mirai mo
Zutto kagayaiteiru kara

Monster - Arashi

Ju ni ji wo sukoshi sugiru koro
Oh No! Zankoku na monster
Tsuki akari kusaki nemuru koro
Oh No! Yomigaeru

Kimi no sakebi de boku wa mezameru
Koyoi no yami e kimi wo izanau monster

Kooritsuku yoru ga tsukuridasu
We are kimi no ushiro Who?
Kidzuita toki wa mou tojikomeru monster
Nigeba wa nai

Just one
Kimi no te wo (two)
Ai no te wo (three)
Daitenemuritai (four, five)

Anata ga ita kara umaretekitanda
Yo ga akeru made chikaku ni iyo

Boku no kioku ga subete kietemo
Umarekawattara mata kimi wo sagasu

Mikake janakute kokoro wo daite
Mangetsu no yoru kimi wo mitsuketa monster

Doa no nai heya ni mayoikomu
No way dareka miteru
Ashioto ga jo jo ni chikaku naru
Run away demo ugokenai

Just one
Kono thrill (two)
Tomerarenai (three)
Kowagaresetai (four, five)

Dakedo hontou wa kimi ga suki nanda
Asa ga mieru made tonari ni iyo

Ichiman nen no ai wo sakebou
Umarekawattemo mata kimi wo sagasu monster

Ju ni ji wo sukoshi sugiru koro
Tsuki akari kusaki nemuru koro

Kimi no namida de boku wa mezameru
Koyoi no yami e kimi wo tsuredasu

Boku no kioku ga subete kietemo
Umarekawattara mata kimi wo sagasu

Mikake janakute kokoro wo daite
Mangetsu no yoru kimi wo mitsuketa monster

Monster
Monster