Sahabat
Senin, 26 Juli 2010
Selalu melindungi bumi dari matahari
Selalu melindungi semua makhluk di dalam bumi
Sahabat itu seperti matahari
Selalu menyinari bumi tanpa henti
Selalu memberikan kehangatan
Sahabat itu seperti anggota tubuh kita
Apabila salah satu anggota tubuh sakit
Maka anggota tubuh yang lain pun ikut merasakannya
Itulah sahabat...
Sahabat yang selalu mengerti keadaan kita
Baik keadaan suka maupun keadaan duka
Mau Tapi Malu
Sabtu, 24 Juli 2010
Pertama kalinya Dita melihat Alex adalah saat dimana Alex sedang memainkan jemari-jemari tangannya ke atas tuts-tuts piano di salah satu ruangan di sekolah itu, yaitu ruang musik. Setelah itu Dita pun mulai mengagumi sosok cowok yang pada saat itu, Dita belum ketahui namanya. Sampai pada akhirnya dia mengetahui namanya, melalui narasumber yang menurutnya sangat bisa dipercaya untuk diajak curhat, dia adalah Citra sahabatnya sendiri.
Semenjak itu selama berbulan-bulan, seperti sudah dijadwalkan oleh Dita, seusai pulang sekolah ia wajibkan untuk melewati ruang musik dan tentunya, mencuri-curi kesempatan untuk mengintip dan melihat wajah Alex yang sangat manis itu atau hanya sekedar melihatnya sekilas. Alex pasti akan selalu ada disitu pada waktu yang sama setiap harinya sambil memainkan beberapa lagu, baik lagu-lagu pop maupun klasik. Ternyata selera musik mereka berdua sama, hal itu bisa dilihat karena kebanyakan lagu pop yang alex mainkan adalah lagu yang juga menjadi favorit Dita.
Terkadang Alex juga suka bernyanyi terbawa oleh irama lagu yang ia mainkan, suara Alex sangat lah merdu, bahkan lebih merdu dari suara penyanyi kelas Internasional dan menurut Dita itu adalah suara terindah yang pernah diterima oleh telinga. Alex dikenal sebagai anak yang sedikit pendiam, kalem dan pintar. Tapi secara fisik dia itu bisa dibilang anak yang cukup tampan, badannya juga tegap, dan terlihat gagah disaat berjalan, karena kabarnya sewaktu Alex kelas 2, pernah mewakili provinsinya sebagai 'Paskibraka' di Istana Merdeka. Tak heran jika selain Dita, banyak cewek yang juga mengagumi Alex, baik itu teman kelasnya sendiri maupun kakak kelasnya. Pernah juga ada teman sekelas Dita yang menangis tersedu-sedu di kelasnya hanya karena surat cintanya ditolak mentah-mentah oleh Alex, dan Dita tak mau hal itu terjadi padanya "ditolak mentah-mentah" dan belum pernah ada satupun cewek yang digubris Alex. Cowok itu sangat suka menyendiri atau bisa dibilang itu adalah hobinya dan sahabat satu-satunya yang selalu setia menemaninya adalah musik. Semua perilaku Alex yang aneh itu semakin membuatnya terkesan misterius.
"Dit, dit," Citra menyadarkan dita dari lamunannya."Hm... pasti lagi mikirin Alex nih," sindir Citra sebagai satu-satunya teman yang Dita beri tahu soal hal itu. "Enggak kok, enggak, aku cuma..."." Cuma lagi ngebayangin Alex kan!!" potong Citra. "Nggak usah bohong deh Dit aku tau kok kalau kamu lagi mikirin dia. Tapi apa kamu nggak sadar kalau dia itu udah kelas 3 SMA dan beberapa bulan lagi dia itu bakalan get out dari sekolah ini. Apa kamu udah siap patah hati??. Trus denger-denger nih, ada yang bilang kalau dia itu mau melanjutkan sekolahnya ke Amerika," ucap Citra panjang lebar.
Serasa disambar petir saat Dita mendengar kata 'Amerika'. Dita tidak bisa membayangkan seberapa jauhnya Amerika dengan Indonesia, yang pasti sangat jauh. Dan itu tandanya Dita akan sangat jarang melihat mukanya yang manis itu atau bahkan tidak akan pernah sama sekali. Dia tidak akan pernah bisa mendengarkan alunan musik merdu yang mengalun dari pianonya lagi. Atau memandangi pembawanya yang pendiam dan kalem itu, kenal saja tidak. Secara spontan syaraf otak Dita memerintahkan Dita untuk berkata "APA!!!!". Sontak seisi kelas kaget akan teriakan spontan dari Dita. Begitu pula dengan bu Z (kita sebut saja begitu). Bu Z yang terkenal sangat killer itu memukulkan penggarisnya beberapa kali ke papan tulis dengan kerasnya dan menatap tajam ke arah Dita. Dita pun menundukkan kepalanya sangat dalam. Lalu pasti bisa ditebak apa yang terjadi!!
Bel pulang sekolah telah dibunyikan dan ini adalah saat dimana Alex pasti sedang berada di ruang musik sambil memainkan pianonya. Dan Dita tak ingin menghilangkan kesempatan emas itu. Walaupun kakinya sangat capek dan pegal karena hukuman yang dia terima dari bu Z , sama sekali tidak menyurutkan semangatnya Ia pun berjalan menuju ruang musik, dan mengintip dari pintu. Tapi sang pujaan hatinya belum tampak batang hidungnya. Ia pun bersembunyi di suatu tempat yang letaknya tidak begitu jauh dari ruangan itu. Matanya tak pernah lepas memandangi setiap gerak-gerik orang yang melewati sekitar tempat itu, siapa tahu salah satu dari orang itu adalah Alex. Benar, dia pun muncul beberapa menit kemudian. Dan saat Dita sudah bersembunyi di balik pintu ruang musik untuk mengintipnya, Alex sudah dalam posisi duduk di dan bersiap untuk memainkan piano. Sepertinya hanya Dita satu-satunya cewek yang berpredikat "penggemarnya" yang mengetahui dimana tempat tongkrongan Alex seusai pulang sekolah. Jadi Dita tidak akan merasa terganggu setiap sedang melakukan ritualnya. Dita pun mendengarkan musik yang dimainkan oleh Alex dengan seksama dan ia mulai membayangkan jika seandainya saja ia berani mengungkapkan perasaanya, kepada kakak kelasnya itu, pasti Dita tidak perlu melakukan hal-hal seperti ini. Bersembunyi di balik pintu dan memasang telinga secara baik-baik untuk mendengarkan musik yang Alex mainkan secara diam-diam.5 menit kemudian lagu yang dimainkannya sudah berganti. Dan lagu yang ia mainkan sekarang adalah lagu berirama slow yang juga menjadi lagu favorit Dita. Dan lama kelamaan tanpa Dita sadari, dia juga ikut bernyanyi mengikuti irama musik, selama beberapa detik dan sepertinya Dita sudah melakukan kesalahan terbesarnya.Suara yang Dita keluarkan cukup keras dan hal itu menyebabkan hal yang lebih buruk lagi terjadi, yaitu adalah ALEX MENDENGARNYA!!. Alex menoleh ke arah pintu dan memberhentikan permainan pianonya. Alex memperhatikan pintu ruangan itu selama beberapa menit. Spontan Dita langsung menutup mulutnya rapat-rapat dan bersembunyi. Setelah beberapa detik, musik kembali teralun dari pianonya dengan lagu yang sama.Karena takut kedoknya akan ketahuan Dita memilih untuk mengambil langkah seribu, menuju keluar gerbang sekolah, dan memberhentikan bis yang sering ia pakai untuk pulang sekolah, lalu pulang dan sampai ke rumahnya. Memang sepertinya Dita masih terlalu malu untuk mengungkapkan perasaanya langsung kepada Alex.Dan hanya ada tiga pilihan untuk Dita yaitu 1.mengucapkan perasaannya langsung kepada Alex dan merasa lega (tapi Dita sangat malu jika harus melakukan hal itu), 2. tetap melakukan kegiatan rutinnya setelah pulang sekolah , tapi Dita yakin cepat atau lambat, pasti Alex akan mengetahui kedoknya dan jika tetap melakukan rencana kedua ini pasti dia akan selalu mengigat Alex dan tidak akan pernah bisa melupakan Alex jika suatu saat nanti dia lulus. Apalagi setelah Citra berkata "Amerika".Pilihan yang tersisa baginya hanya rencana ketiga, yaitu memilih untuk melupakan Alex selamanya dan tak pernah memikirkannya lagi. Sepertinya pilihan ketiga-lah yang paling tepat untuk Dita.Semenjak hari itu, Dita mulai berusaha untuk berhenti memikirkan cowok yang sangat dikaguminya itu. Sekarang Alex telah dianggap masa lalu baginya, tapi dalam hati kecil Dita masih menyimpan secercah harapan akan adanya mukjizat. Hari-hari dilaluinya tanpa bayang-bayang Alex, tidak ada lagi jadwal dimana dia mewajibkan dirinya untuk mengintip dari balik pintu ruang musik dan memandangi Alex yang sedang memainkan piano, tidak ada lagi pikiran akan Alex di kepalanya. Dan hal itu membuat harinya menjadi hari-hari yang sangat biasa dan sepi dibandingkan sebelumnya.
1 bulan...
2 bulan...
3 bulan...
4 bulan...
sumber : www.cerpen.net
DJ Sammy - Heaven
Jumat, 23 Juli 2010
Baby you're all that I want.
When you're lying here in my arms
I'm finding it hard to believe
We're in heaven.
Oh, thinking about all our younger years,
There was only you and me,
We were young and wild and free.
Now nothing can take you away from me.
We’ve been down that road before,
But that's over now.
You keep me coming back for more.
Baby you're all that I want.
When you're lying here in my arms
I'm finding it hard to believe
We're in heaven.
And love is all that I need
And I found it there in your heart.
It isn't too hard to see
We're in heaven.
Now, nothing could change what you mean to me.
There's a lot that I could say
But just hold me now,
Cause our love will light the way.
Baby you're all that I want.
When you're lying here in my arms
I'm finding it hard to believe
We're in heaven.
And love is all that I need
And I found it there in your heart.
It isn't too hard to see
We're in heaven.
Now our dreams are coming true.
Through the good times and the bad
I'll be standing there by you.
(We’re in heaven.)
And love is all that I need
And I found it there in your heart.
It isn't too hard to see
We're in heaven.
Arashi - One Love
Tsutae takute tsutawara nakute
Toki ni wa sunao ni nare zu ni
Naita kisetsu wo koeta bokura wa
Ima totemo kagayaiteru yo
Sore zore egaku shiawase no katachi wa
Kasanari ima ohkina ai ni naru
Zutto futari de ikite yukou
Hyaku nen saki mo ai wo chikau yo
Kimi wa boku no subete sa
Shinjiteiru tada shinjiteru
Onaji toki wo kizamu hito e
Donna kimi mo donna boku de mo
Hitotsu hitotsu ga itoshii
Kimi ga ireba nani mo iranai
Kitto shiawase ni suru kara
Ame no naka de kimi wo matte ta
Yasashisa no imisae shirazu
Surechigai ni kizutsuita yoru
Sore demo koko made kitanda
Kakegae no nai deai wa
Kiseki wo tsunaideku
Omoi de kasanariau
Hajimari no uta nari hibi ite
Donna toki mo sasaetekureta
Warai naita nakama e
Kokoro wo komete tada hitotsu dake
Okuru kotoba wa [arigatou]
Hyaku nen saki no ai wo chikau yo
Kimi wa boku no subete sa
Aishiteiru tada aishiteru
Onaji asu yakusoku shiyou
Sekai juu ni tada hitori dake
Boku wa kimi wo eranda
Kimi to ireba donna mirai mo
Zutto kagayaiteiru kara
Monster - Arashi
Oh No! Zankoku na monster
Tsuki akari kusaki nemuru koro
Oh No! Yomigaeru
Kimi no sakebi de boku wa mezameru
Koyoi no yami e kimi wo izanau monster
Kooritsuku yoru ga tsukuridasu
We are kimi no ushiro Who?
Kidzuita toki wa mou tojikomeru monster
Nigeba wa nai
Just one
Kimi no te wo (two)
Ai no te wo (three)
Daitenemuritai (four, five)
Anata ga ita kara umaretekitanda
Yo ga akeru made chikaku ni iyo
Boku no kioku ga subete kietemo
Umarekawattara mata kimi wo sagasu
Mikake janakute kokoro wo daite
Mangetsu no yoru kimi wo mitsuketa monster
Doa no nai heya ni mayoikomu
No way dareka miteru
Ashioto ga jo jo ni chikaku naru
Run away demo ugokenai
Just one
Kono thrill (two)
Tomerarenai (three)
Kowagaresetai (four, five)
Dakedo hontou wa kimi ga suki nanda
Asa ga mieru made tonari ni iyo
Ichiman nen no ai wo sakebou
Umarekawattemo mata kimi wo sagasu monster
Ju ni ji wo sukoshi sugiru koro
Tsuki akari kusaki nemuru koro
Kimi no namida de boku wa mezameru
Koyoi no yami e kimi wo tsuredasu
Boku no kioku ga subete kietemo
Umarekawattara mata kimi wo sagasu
Mikake janakute kokoro wo daite
Mangetsu no yoru kimi wo mitsuketa monster
Monster
Monster

